Dialah Sang Kekasih !

Posted by



Oleh : KHR. Azaim Ibrahimy

Di dalam al Quran, kitab suci dan sahabat sejati bagi orang orang yang setia dengan keimanan mereka, Alloh swt menjelaskan kepada siapa sauaj yang membaca, memahami dan meyakini akan kebenarannya, tentang datangnya berita gembira terutusnya nabi yang mulia.
Seorang pemimpin yang turut merasakan beban penderitaan rakyatnya, seorang Rasul yang sangat mendambakan keimanan dan keselamatan umatnya, juga seorang kekasih yang padanya terdapat sifat sifat terpilih, yakni sifat bi al mu’minina rauf al rahim, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang orang mukmin.
Dialah satu satunya manusia paripurna yang dicipta Alloh swt, insan kamil, seorang yang memiliki dua derajat kehormatan dalam satu kali penyebutan secar bersamaan, derajat kehormatan yang terdiri dari nama nama Alloh terbaik al asma al husna. Sebagaimana firman Alloh swt ;
ôs)s9 öNà2uä!%y` Ñ^qßu ô`ÏiB öNà6Å¡àÿRr& îƒÍtã Ïmøn=tã $tB óOšGÏYtã ëȃ̍ym Nà6øn=tæ šúüÏZÏB÷sßJø9$$Î/ Ô$râäu ÒOŠÏm§ ÇÊËÑÈ  

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.”{QS. At Taubah :128}
Baginda Nabi saw adalah pilihan terbaik, bahkan terbaik di antara semua yang terbaik dari seluruh anak manuisa yang dilahirkan di dunia. Baginda adalah keturunan terbaik yang pernah ada, al sulalah al thahiroh, beliaulah pribadi agung yang pernah tercipta, lisan terfasih yang pernah bersabda, ucapan terindah yang pernah didengar telinga, imannya paling sempurna, datang dari negeri yang paling mulia di sisi Alloh swt.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah ra, dari Nabi saw,”Aku diutus pada kurun waktu terbaik (yang dilalui) anak adam. Kurun demi kurun ((berlalu) hingga pada kurun waktu yang aku berada padanya.” {HR.Bukhari}
Diriwayatkan dari Sayyidina Abbas ra, bagianda Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya Alloh telah mencipta makhluk lalu menjadikan diriku berada pada golongan terbaik dari mereka dan yang terbaik lagi dari dua golongan mereka. Kemudian Alloh memilih setiap kabilah, lalu menjadikan diriku pada rumah rumah terbaik mereka, maka aku (pemilik) pribadi yang terbaik dan rumah (keluarga) yang terbaik dari mereka.
Sabdanya pula,
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ. {رواه مسلم}
“Sesungguhnya Alloh telah memilih Kinanah dari anak keturunan Ismail dan memilih Quraisy dari Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilih diriku dari Bani Hasyim.”{HR.Muslim}
Baginda Nabi saw memiliki tempat terhormat, baik di bumi maupun di langit. Sekian banyak ayat Al Quran yang menyatakan betapa agung dan luhur derajat, kedudukan serta martabatnya. Di antaranya adalah firman Alloh swt yang sangat masyhur didengar.
¨bÎ) ©!$# ¼çmtGx6Í´¯»n=tBur tbq=|Áムn?tã ÄcÓÉ<¨Z9$# 4 $pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#q=|¹ Ïmøn=tã (#qßJÏk=yur $¸JŠÎ=ó¡n@ ÇÎÏÈ  
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” QS Al Ahzab:56
Ayat tersebut memberitahukan tentng kedudukan Nabi saw di alam arwah (al mala’ al a’la’), bahwa beliau dipuji oleh Alloh swt di hadapan para malaikat dan sesungguhnya mereka bershalawat untuknya. Kemudian Alloh swt pun memerintahkan alam terendah (al ‘alam al sufla) agar turut bershalawat dan mengucapkan salam penghormatan kepadanya. Maka dengan demikian menyatulah pujian Alloh swt dan pujian seluruh alam tertinggi maupun terendah kepada Rasulullah saw.
Sungguh kiranga tidak berlebihan jawaban yang disampaikan ummul mu’minin Aisyah ra, ketika ditanya tentang pribadi Rasulullah saw, maka beliau berkata;:Kana khuluquhu al Quran.”
Bahkan Alloh telah berfirman;
y7¯RÎ)ur 4n?yès9 @,è=äz 5OŠÏàtã ÇÍÈ  
4. dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Bila demikian adanya, jelaslah bahwa baginda Nabi saw adalah syariat dalam sosok manusia. Siapa yang taat kepada Alloh swt maka harus pula taat kepada Rasul-Nya dan siapa yang telah berbaiat kepada Rasul-Nya maka sama halnya ia telah berbaiat kepada Alloh swrt . Dialah cahaya Alloh yang menyinari jiwa orang orang mukmin  sesungguhnya.
$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä (#qãèÏÛr& ©!$# ¼ã&s!qßuur Ÿwur (#öq©9uqs? çm÷Ytã
 óOçFRr&ur tbqãèyJó¡n@ ÇËÉÈ  
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)” {QS Al Anfal :20}
Maka pengingkran terhadap hakikat wujudnya bukanlah sekedar pengingkaran terhadap salah satu rukun iman, namun lebih dari itu, pengingkaran tersebut merupakan penolakan keras terhadap hakikat wujud alam semesta yang tercipta dari Nur Muhammad saw, menentang naluri hati nurani dan itu berarti pula menentang Alloh swt, Sang Maha Pencipta.
Rasulullah adalah al-Qur’an, akhlaknya al Qur’an, jiwanya al-Qur’an, sedangkan al-Qur’an adalah kitab Alloh dan kalimat-Nya yang sempurna. Jika demikian adanya, jelaslah bahwa Rosululloh adalah manusia yang paling sempurna pribadinya dan dialah makhluk Alloh swt yang paling berhak dicinta. Dialah syarat utama untuk mengaku cinta kepada Alloh, sebagaimana firman-Nya;
ö@è% bÎ) óOçFZä. tbq7Åsè? ©!$# ÏRqãèÎ7¨?$$sù ãNä3ö7Î6ósムª!$# öÏÿøótƒur ö/ä3s9 ö/ä3t/qçRèŒ 3 ª!$#ur Öqàÿxî ÒOÏm§ ÇÌÊÈ  
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” {QS.Ali Imran :31}
Siapa yang mengaku benar benar mencintai Alloh, maka ikutilah Rasululloh! Ikutilah syariatnya, ikutilah keteladannanya dan jadikan beliau sebagai tuntunan hidup yang tunggal. Karena dalam mengikutinya, disanalah akan ditemui cinta Alloh yang sejati. Lalu baginya akan ditetapkan rahmat Alloh sebagai balasan untuk orang orang yang bertaqwa dan orang orang yang beriman kepada ayat ayat-Nya.
(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” {QS Al Araf:157}
Maha benar Alloh dalam segala firman-Nya. Cinta butuh pengorbanan, maka dimanakah rasa berkorban itu? Adakah jiwa jiwa yang tulus berkorban demi mewujudkan makna cinta hakiki? Adakah hati nurani yang terpanggil untuk menjawab pertanyaan ini, tanpa pengingkaran dan pengkhianatan yang menyertai?
Am lahum adzanun yasma una biha?
Am lahum a’yunun yubshiruna biha?
Am lahum qulubun ya’qiluna biha?
Apakah kita memiliki telinga yang dengannya kita bisa mendengar?
Apakah kita memiliki mata yang dengannya kita melihat?
 Apakah kita memiliki hati yang dengannya kita merasa?










Blog, Updated at: 20.05.00

0 komentar:

Posting Komentar